Mengintip Pengrajin Warangka Keris di Trenggalek 

Mengintip Pengrajin Warangka Keris di Trenggalek 
Sejarah
Budi Santoso pengrajin warongko keris

TRENGGALEK - Tosan Aji atau benda pusaka berjenis keris di era modern ini menjadi bukti peninggalan sejarah yang telah diakui dunia. 

Sehingga warisan leluhur tersebut harus tetap dilestarikan. Seperti yang dilakukan Budi Santoso (33) pengrajin warangka keris asal Dusun Sukobanteng, Desa Karangsoko, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Berbekal bakat serta Ketlatenan dan ditunjang dengan  ketertarikannya akan pusaka, ia nekad beralih pekerjaan sebagai pengrajin warangka keris hingga mendapatkan berkah.

Menurut Budi Santoso, pekerjaan sebagai pengrajin warangka keris digeluti sejak satu tahun silam. Sebelumnya dia bekerja sebagai tukang bangunan.

Selain itu, juga pernah bekerja di mebel dan membuat atau mengukir barongan. Karena alasan sepi peminat barongan, pada tahun 2014 di tinggalkan.

Awalnya ia bekerja sebagai tukang bangunan, mebel dan mengukir barongan. Selanjutnya  gabung dengan paguyupan keris pusaka di Trenggalek. Kemudian tertarik dan mulai rintis atau belajar membuat  warangka keris. 

"Tidak begitu lama, hanya satu Minggu sudah bisa memproduksi," ungkapnya, Sabtu (11/7/2020).

Dijelaskan Budi, di Kabupaten Trenggalek yang menggeluti sebagai pengrajin warangka tidak banyak, hanya ada dua atau tiga orang.

" Membuat warangka keris memang membutuhkan keahlian khusus dan ketlatenan. Untuk satu warangka keris bisa selesai dikerjakan selama satu atau dua hari tergantung tingkat kesulitannya," terangnya .

Sedangkan, lanjut Budi, untuk harga per satu warangka ketis dipatok Rp 120 ribu hingga Rp 170 ribu tergantung jenis kayu. Dan ciri khas yang di produksinya bermacam, seperti Solo, Mataraman dan lainnya.

Menurutnya, tidak semua jenis kayu bisa dibuat warangka. Paling tidak, minimal kayu tersebut memiliki serat yang menarik.

Jenis kayu yang sangat baik untuk dibuat warangka diantaranya, jati gembol, timo, pinisium, cendono jowo, lutung atau aren lanang. 

"Ada jenis kayu yang istimewa bisa buat dan diukir menjadi warangka, yakni kayu cendono Timtim. Jenis kayu ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi, bisa mencapai Rp 500 ribu bahkan lebih," jelasnya.

Ditambahkan Budi, untuk omset rata-rata per hari Rp 200 ribu. Sedangkan pemasarannya bisa menembus luar daerah, seperti Surabaya, Sragen, Tulungagung dan lainnya. Untuk pengirimannya sementara melalui online.


Kontributor : Rudi Yuni
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar