Danlantamal dan Staf Ahli Kodam Beri Pemahaman PPKM Kepada Perwira Staf Lantamal X

Danlantamal dan Staf Ahli Kodam Beri Pemahaman PPKM Kepada Perwira Staf Lantamal X
Peristiwa Daerah
Kegiatan PPKM di Auditorium Mako Lantamal X,Jayapura,Selasa (10/3/2020)

JAYAPURA-Guna memberi pemahaman tentang prosedur pengambilan keputusan tentang respon tanggap darurat bencana alam kepada perwira staf di  jajaran Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) X Jayapura. Dengan itu, Danlantamal X Brigjen TNI (Mar) Nurri Andrianis Djatmika mengundang Kapok Sahli Kodam XVII/Cendrawasih  Kolonel Inf Alrizal sebagai pemateri tentang Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM), di Auditorium Mako Lantamal X,Jayapura,Papua,Selasa (10/03/2020).

Danlantamal X dalam sambutannya menyampaikan, bahwa PPKM ini adalah metode untuk TNI, bagaimana tata cara menerima perintah dalam melaksanakan suatu bentuk kegiatan dan untuk memberikan  cara berpikir yang efektif logis berdasarkan situasi yang dihadapkan dengan faktor tugas, medan musuh dan pasukan sendiri. 


"PPKM bukan hanya berlaku untuk proses pengambilan keputusan di dalam operasi militer perang tetapi juga bisa diterapkan pada kegiatan operasi militer selain perang (OMSP) salah satunya adalah penanggulangan bencana," ujar  Danlantamal.

Ditempat yang sama,Kolonel Infantri  Alrizal selaku pemateri dalam paparannya mengatakan,bahwa  proses pengambilan keputusan tentang tanggap darurat bencana alam dimulai dari setelah bencana itu terjadi. Jika situasi pasca bencana diperkirakan sudah aman dan terkendali, barulah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua menggerakan dan mengerahkan kekuatan tim reaksi cepat SAR yang ada di daerah. 

Setelah melalui hasil kajian yang cepat, tentang pelaksanaan SAR terhadap korban bencana alam,lanjut Kolonel Alrizal,kemudian  Kepala BPBD Papua mengusulkan dan menyarankan kepada kepala daerah, dalam hal ini Gubernur Papua untuk meminta bantuan kepada institusi TNI yang ada di daerah.

"Misalnya Gubernur Papua meminta bantuan kepada Lantamal X melalui Danlantamal untuk membantu pemerintah daerah mengatasi tanggap darurat bencana alam dengan terlebih dahulu menentukan status bencana tingkat provinsi."ungkap Kolonel Infantri Alrizal.

"Setelah itu,Gubernur menunjuk Danlantamal X sebagai Incident Command (IC) dan memberikan masa tanggap darurat selama 12 hari,"tandasnya.

Informasi yang diperoleh, kegiatan tersebut dihadiri,Wadanlantamal X,Para Asisten, Dansatrol, Danyonmarhan, Para Kadis,dan anggota Lantamal X lainnya. 


Kontributor : Dina Alifa
Editor : Alfian Nur
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar